Batik jogja dan Macam-macam Motifnya

10/20/12


Batik jogja- jogja atau yogyakarta merupakan kota yang terkenal akan seni dan budayanya dan dimana keberadaanya masih tetap dijaga sampai sekarang, batik merupakan salah satu kekayaan budayanya dan tradisinya. Berdasarkan sejarahnya keberadaan batik di jogja telah ada sejak  masa kerajaan mataram yaitu abad ke -18  dimana motif dasarnya berasal dari kraton ngayogyakarta hadiningrat  seiring perkembangan zaman hingga tradisi batik keluar dari lingkungan kraton dan menjadi tradisi masyarakat luar.
Dari segi warna pada motif batik di jogja kebanyakan  menggunakan warna yang gelap dengan latar kain hitam dan putih dengan pinggirannya dari warna dasar  kain.

    Ada banyak motif yang ada di jogja  jika dihitung dari perjalanan sejarah perkembangan batik di yogyakarta  ada beberapa motif klasik yang menjadi ciri khas batik  jogja  diantaranya adalah motif parang,  motif banji, motif tumbuhan air, motif satwa, motif bunga, motif geometri. Selain motifnya yang beraneka didalam motif tersebut juga mengandung unsur  filosofi kehidupan yang kaya akan makna.

    Ada Beberapa sentra batik di jogja  yang menjadi pusat penghasil batik yaitu : giriloyo, pucung, singosaren juga kedugbuwen. Masyarakat inilah yang mempunyai kemahiran dalam membatik yang diwariskan secara turun temurun dan telah menjadi tradisi.

Daftar Nama Motif Batik Jogja

Ambarsari
Ambarsekar
babon angrem
bolem mangkoro
cakar kentang
ceplok truntum cantel
Ceplok Mendut
ceplok nitik
Ciptonong
Cuwiri
gabah sinabur
Gapit parang
Gigot
Godek
Jlamprang
Kawung
Kawungkusumo
Keong mas
Keong rentang
Kerton
purbonegoro
Putri
Putri solo
rara mendut
Semar mesem
semen rama
Semen romo
Sido Asih Ukel
Sidoasih
Sidomukti
Sidomulyo
Kiro Tawu
Kunirpito
Mendut
Nurul
parang baris
parang barung
parang centhung
parang gendreg
parang gendreh
Kladuk manis
parang gondosuli
Parang hoek
parang kesit
parang klithik
parang tuding
parangkusumo
parangsari
parangukel
Picis mangkoro
poleng mangkoro
purbobuwono
parang rusak
parang pamor
Sinomgurdo
truntum gurdo
Ukel ceplok bintang
Ukel ceplok nitik
Wahyu Tumurun
Winarwan
Wirasat

No comments:

 

Most Reading